 |
|
Berita Terhangat
|
|
Prakarsa YPB
|
|
Kabar dari Fellow
|
|
|
|
 |
Pembaca yang Terkasih,
Pembaca yang Terkasih,
Kita sudah berada dipertengahan tahun 2009. Banyak yang sudah kami capai dan masih banyak lagi yang masih harus dikejar. Capaian kami diantaranya adalah, YPB telah mengadakan 12 lokakarya, menerbitkan 6 studi kasus dan 2 film durasi pendek, serta berpartisipasi dalam 3 rangkaian kegiatan internasional dan sebuah pameran lokal.
Kami mengucapkan terima kasih untuk kontribusi dan dukungan dari lembaga donor dan lembaga lainnya yang telah sangat membantu program YPB berjalan dengan lancar: LEAD International, British Embassy dan PT Pertamina.
Kami sangat menghargai komitmen mereka untuk membantu mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan di lingkungan masyarakat kita. Kami telah menyaksikan makin banyak orang, lembaga, dan bisnis yang berpartisipasi di dalam program-program YPB and telah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Targetnya adalah untuk senantiasa membuat perubahan dalam isu pembangunan. Dengan bantuan donasi, kontribusi dan sponsorship dari para pendukung dan/atau lembaga dana, kami akan melihat perbaikan demi perbaikan dalam hal pembangunan berkelanjutan.
Juga terima kasih kami pada semua LEAD Fellows dan berbagai pihak lainnya yang telah membantu selama tahun 2009 untuk berbagai program dan kegiatan YPB. Bantuan dan dorongan mereka selalu memastikan bahwa YPB bisa mencapai misinya mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Perjalanan kami masih panjang.
Salam
|
|
| |
|
 |
The first task of a leader is to keep hope alive.
Joe Batten
|
|
|
|
|
 |
Kolaborasi YPB-HIVOS: Trajektori Menuju Program Yang Lebih Efektif
HIVOS, sebuah lembaga dana Belanda, telah meminta Yayasan Pembangunan Berkelanjtan (YPB) untuk meninjau program trajektori bagi organisasi mitra yang didanainya. Trajektori adalah intervensi pengembangan kapasitas berjangka menengah yang didasarkan pada kebutuhan mitra HIVOS. Sejak tahun 2006 HIVOS telah menjalankan pengembangan kapasitas jangka panjang bagi organisasi mitranya guna membangun pengertian yang lebih dalam terhadap kerja-kerja mitra HIVOS, memberdayakan kelembagaan organisasi mitra menuju keberlanjutan dan kinerja yang lebih baik. [selengkapnya] |
 |
AtKisson Tools: YPB Terakreditasi
Sejak tahun 2005 Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB) telah mendapatkan lisensi dari AtKisson Group International untuk menyebar-luaskan AtKisson Sustainability Accelerator Tools di Indonesia, dan mulai tahun 2009 status meningkat menjadi Incorporated Accredited Institution. Dengan terakreditasinya YPB, maka lembaga yang juga dikenal sebagai LEAD Indonesia Programme ini tidak hanya berhak menyebar-luaskan metode keberlanjutan tersebut, namun juga berhak mengadakan training bagi para trainer (TOT) termasuk mencantumkan logo AtKisson.[selengkapnya] |
|
|
|
|
|
|
 |
BNI 46: Peta Jalan Menuju Keberlanjutan
Dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) pada saat World |
|
Ocean Forum di Menado pada tanggal 13 Mei 2009, Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB) dan Bank Negara Indonesia 46 telah berkomitmen untuk bekerja secara kemitraan dalam mengembangkan bank tertua milik negara ini ke arah perbankan yang berkelanjutan sebagai tambahan dari prakarsa-prakarsa hijau yang telah dicanangkan oleh bank ini. Dalam program yang mendapatkan dukungan dari Kedutaan Besar Inggris ini
[selengkapnya] |
|
 |
Piagam Bumi – Mengedepankan Generasi Muda Sebuah program awareness untuk khalangan banyak telah diadakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada acara tahunan mereka
|
|
Pekan Lingkungan Indonesia pada 29 Mei 2009 di Jakarta Convention Center. Program ini ditujukan untuk memperkenalkan dan membangun kepedulian masyarakat tentang Piagam Bumi, visi, misi dan prinsip-prinsipnya. Mohammad Ikrar (9 tahun) yang mewakili generasi penerus, mempresentasikan preambul Piagam Bumi yang menitikberatkan pentingnya menghargai hak asasi manusia, keragaman etnis, agama, kebangsaan dan lingkungan hidup. [selengkapnya] |
|
 |
Losari Coffee Plantation – Resort & Spa: Langkah Baru Menuju Wisata Hijau
Sebuah perusahaan lain yang bekerja di bidang bisnis jasa yang telah menjadi mitra dari Yayasan |
|
Pembangunan Berkelanjutan (YPB) pada tahun ini adalah Losari Cofee Plantation – Resor & Spat (LCP) yang telah menjalani semiloka melalui program Membangun Bisnis Berkelanjutan. Program yang didukung oleh Kedutaan Besar Inggris ini menggunakan Sustainability Accelerator Tools dari Atkisson Inc. Kemitraan ini telah mengijinkan YPB membantu LCP dalam mengembangkan Proposal Keberlanjutan Perusahaan yang lebih kokoh dengan memanfaatakan keterlibatan karyawan
[selengkapnya] |
|
 |
Bridging Leadership Program di NAD
Sejak bulan Juni 2008 yang lalu Yayasan Pembangunan Berkelanjutan bekerjasama dengan LEAD International menyelenggarakan Bridging Leadership Program (BLP) di Nanggroe Aceh Darussalam. Melalui BLP para peserta
|
|
memperoleh ilmu dan keterampilan seputar kepemimpinan dan pembangunan berkelanjutan melalui serangkaian pelatihan dengan tema-tema sebagai berikut: (1) Kepemimpinan untuk Pembangunan Berkelanjutan, (2) Paradigma and Praktek Pembangunan Berkelanjutan, (3) Kebijakan Sosial dan Ekonomi untuk Pembangunan Berkelanjutan, dan (4) Membangun Kerjasama Lintas Sektor untuk Pembangunan Berkelanjutan. [selengkapnya] |
|
 |
Kabupaten Wonosobo:
Menyelamatkan Dataran Tinggi Dieng untuk Masa Depan yang Berkelanjutan |
|
Progam Kepemimpinan Pembangunan Terpadu (KPT) untuk Kabupaten Wonosobo telah berlangsung pada tanggal 19-21 Maret 2009. Mereka yang ikut serta dalam pelatihan tahap 2 dan tahap 3 telah berhasil menelurkan kesepakatan mengenai arah pembangunan berkelanjutan bagi Kabupaten Wonosobo dalam 4 aspek: ekonomi, lingkungan, sosial dan kesejahteraan individu. Dalam program ini studi kasus dataran tinggi Dieng sebagai bahan analisa telah menjadi perhatian penuh, terutama bagi Bupati Wonosobo Kholiq Arif dan Tim Kerja Pemulihan Dieng (TKPD) dalam beberapa tahun terakhir ini.
[selengkapnya] |
|
 |
Kerjasama YPB-SENADA:
Membangun Usaha Mebel dan Kerajinan Berkelanjutan
Sebagai suatu lembaga dengan misi mempromosikan pembangunan berkelanjutan yang memiliki pengalaman kerjasama dengan |
|
puluhan perusahaan selama belasan tahun dalam pencapaian misi strategisnya, Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB) telah diundang oleh SENADA (suatu institusi yang didanai oleh USAID) untuk ikut serta membangun usaha mebel dan kerajinan di Indonesia berbasis bisnis yang berkelanjutan. Selain itu insitusi tersebut juga ikut membagi pengalamannya tentang proyek-proyek yang telah dijalannkanya selama ini. [selengkapnya] |
|
 |
Prof. Setijati Sastrapradja:
Keanekaragaman Hayati untuk Ketahanan Pangan
Pangan adalah persoalan tanpa akhir. Masalah ketahanan pangan Indonesia sudah dibahas oleh para ahli sejak tahun 1969, namun hingga |
|
sekarang masalah ini masih juga menjadi keprihatinan. Salah satu sebab utama dari persoalan ini adalah adanya kebijakan penyeragaman pangan utama, yaitu penduduk Indonesia telah telanjur diperkenalkan kepada satu jenis pangan yaitu beras. Padahal Indonesia memiliki lebih dari 3.000 jenis tanaman yang bisa dikonsumsi, belum termasuk tanaman obat dan jenis-jenis tanaman yang belum dibudidayakan.
[selengkapnya] |
|
|